Cilacap – Enam hari sudah tim SAR gabungan bekerja tanpa henti di lokasi bencana longsor Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang. Di tengah cuaca yang berubah-ubah dan kondisi tanah yang terus bergerak, para petugas kembali menemukan dua korban pada Selasa (18/11/2025).
Penemuan jenazah Arum Purnamasari (4) dan Lilis Safitri (39) di worksite B2 menjadi capaian penting di tengah proses pencarian yang penuh risiko. Dengan temuan ini, total korban meninggal dunia bertambah menjadi 18 orang, sementara lima korban lainnya masih belum ditemukan.
Menurut Kepala Kantor SAR Cilacap, Muhammad Abdullah, medan pencarian semakin menantang seiring hari. Tanah yang labil, kontur longsoran yang dalam, serta hujan yang kerap turun mengharuskan tim bekerja sangat hati-hati.
“Kami sudah memetakan tiga titik utama yang memiliki potensi keberadaan korban. Setiap titik punya tingkat kesulitan berbeda, sehingga semua metode pencarian harus dioptimalkan,” kata Abdullah.
Dalam operasi hari keenam, tim tetap mengandalkan lima metode pencarian: pemantauan udara menggunakan drone, penyisiran oleh anjing pelacak, penyedotan material dengan pompa air (alkon), ekstrikasi manual dan modern, serta pengerahan alat berat.
Di lapangan, 22 unit alat berat terus bekerja membuka akses dan mengurai lapisan tanah tebal yang menimbun lokasi longsoran sejak Minggu (16/11). Koordinasi antara operator alat berat dan personel SAR menjadi kunci agar evakuasi berjalan aman tanpa memicu longsor susulan.
Meski dinamika medan kerap menghambat proses, tim memastikan pencarian akan berlanjut. “Kami tetap melanjutkan operasi besok. Target kami menemukan lima korban yang masih tertimbun,” ujar Abdullah.
Hingga Selasa malam, seluruh tim masih disiagakan di lokasi untuk memastikan area tetap aman dan siap melanjutkan pencarian di hari berikutnya. (ord)
Ilustrasi Pencarian Korban Longsor Cilacap masih berlanjut 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!