Tim SAR Kerahkan Strategi Baru Hadapi Longsor Banjarnegara, Pencarian Difokuskan pada Tiga SektorIlustrasi Tim SAR Kerahkan Strategi Baru Hadapi Longsor Banjarnegara

Tim SAR Kerahkan Strategi Baru Hadapi Longsor Banjarnegara, Pencarian Difokuskan pada Tiga Sektor

Banjarnegara — Memasuki hari ke-9 pascalongsor besar di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Banjarnegara, upaya pencarian korban hilang terus dikebut dengan strategi baru. Tim SAR gabungan kini diterjunkan serentak di tiga sektor sekaligus untuk mempercepat proses pencarian.

Cuaca yang berubah-ubah dan kondisi tanah yang masih mudah bergerak menjadi tantangan terbesar sejak awal operasi. Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono, menjelaskan bahwa material longsoran di beberapa titik bahkan mencapai ketebalan lebih dari 20 meter.

“Cuaca sulit diprediksi, area pencarian sangat luas, dan tanah masih labil. Ini kendala utama kami,” kata Budiono, Senin (24/11/2025).

Meski begitu, proses pencarian tetap diperkuat. Sebanyak 23 alat berat terus dioperasikan untuk membuka timbunan dan memperluas area pencarian. Hingga hari ini, 12 korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara 16 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

BNPB juga memperpanjang masa pencarian hingga besok. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan bahwa strategi baru diterapkan agar operasi lebih efektif.

“Kami menerjunkan tim di tiga sektor sekaligus agar pekerjaan tidak lagi bergantian seperti sebelumnya,” ujarnya.

Selain itu, BNPB mengerahkan pesawat Cessna Caravan untuk melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC). Langkah ini diharapkan membantu mengurangi intensitas hujan agar pencarian di lapangan dapat dilakukan secara maksimal.

“Sinergi operasi udara dan darat diharapkan mempercepat penanganan, mulai dari pencarian korban hingga pemenuhan kebutuhan dasar warga,” tambah Abdul.

Hingga kini, situasi di lokasi masih rawan longsor susulan. Namun tim SAR gabungan, yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan unsur pemerintah daerah, tetap bekerja maksimal untuk menemukan seluruh korban yang masih tertimbun material longsor.(ord)