Pencarian Longsor Resmi Ditutup, Upaya Maksimal Tak Temukan Dua KorbanIlustrasi Pencarian Longsor Resmi Ditutup

Pencarian Longsor Resmi Ditutup, Upaya Maksimal Tak Temukan Dua Korban

Cilacap — Setelah 10 hari melakukan pencarian tanpa henti, operasi SAR longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, resmi ditutup. Selama masa operasi, tim gabungan mengerahkan berbagai peralatan, mulai dari alat berat, anjing pelacak K9, drone thermal, hingga pencarian manual siang dan malam.

Dari seluruh upaya tersebut, 21 jenazah berhasil ditemukan dan diidentifikasi. Namun dua warga—Maysarah Salsabila (14) dan Vani Hayati (12)—tetap belum ditemukan hingga operasi berakhir. Seluruh personel SAR kini dipulangkan ke instansi masing-masing.

Kabasarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii yang meninjau lokasi mengatakan pencarian terkendala kondisi medan yang sangat sulit. Tanah di area longsor dinilai sangat labil dan berisiko longsor susulan, terutama karena hujan turun hampir setiap hari.

Material longsoran juga menumpuk hingga kedalaman 6–8 meter dan menutup area permukiman secara rapat, membuat pencarian harus dilakukan sangat hati-hati. “Semua metode sudah kami gunakan, termasuk penggalian manual agar tidak merusak kemungkinan keberadaan korban,” ujar Syafii.

Momen penutupan operasi berlangsung haru. Keluarga korban mengikuti doa bersama, termasuk salat gaib dan tabur bunga di lokasi longsor. Kepala Kantor SAR Cilacap, Muhammad Abdullah, menyampaikan permohonan maaf bila terdapat kekurangan selama proses pencarian.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR dan relawan yang terlibat sejak hari pertama. Pemerintah daerah memastikan pendampingan tetap diberikan kepada keluarga korban dan warga terdampak pascaoperasi dihentikan(ord)