Lumajang – Hujan deras yang mengguyur kawasan Gunung Semeru pada Jumat (21/11/2025) menyebabkan terjadinya banjir lahar dingin sekitar pukul 14.30 WIB. Berdasarkan Keterangan Warga banjir lahar dingin mulai dilaporkan terjadi pada 14.42 WIB, mengarah ke Besuk Kobokan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebutkan, getaran banjir lahar dingin tercatat dengan akselerasi maksimum (Amak) mencapai 43 mm.
“Benar saat ini masih berlangsung. Amak terakhir 43 mm,” kata Satriyo saat dikonfirmasi.
Satriyo menegaskan bahwa sebelum banjir lahar dingin terjadi, tidak ada letusan dari Gunung Semeru. Namun tingginya intensitas hujan membuat debit air meningkat signifikan.
“Itu hanya intensitas hujan di atas tinggi berakibat pada aliran dan naiknya debit aliran lahar dingin,” jelasnya.
BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar aliran Gladak Perak atau daerah yang dilalui lahar baru untuk tetap waspada dan berhati-hati.
Sementara itu, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Wahyu Wijayanto, melaporkan bahwa pada periode pengamatan pukul 06.00–12.00 WIB, terjadi satu kali letusan asap berwarna putih kelabu setinggi 200 meter ke arah tenggara.(alr)
Hujan Deras Picu Banjir Lahar Dingin di Gunung Semeru, BPBD Imbau Warga Waspada 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!