Lumajang — Tim Aju Setiap Saat Siap Bergerak (S3B) Divisi Infanteri 2/Kostrad bersama Koramil 0821-14/Pronojiwo meninjau kondisi Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, pascaerupsi Gunung Semeru pada Sabtu (22/11/2025). Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung tingkat risiko serta aktivitas warga yang masih aman maupun berbahaya.
Kapuspen TNI, Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah, mengatakan bahwa personel TNI bergerak sejak pagi hingga malam untuk menjangkau wilayah-wilayah terdampak. Mereka menembus cuaca mendung, kondisi rawan, hingga ancaman banjir lahar dingin yang meningkat akibat hujan.
“Hasil peninjauan menunjukkan tiga warga mengalami luka bakar akibat awan panas guguran. Saat ini mereka dirawat intensif di RSUD Lumajang dan Pasuruan,” ujar Freddy, Minggu (23/11/2025).
Selain itu, sebanyak 477 jiwa masih mengungsi di dua titik pengungsian yang berada di Kecamatan Pronojiwo. Sementara di wilayah Candipuro, aktivitas masyarakat dilaporkan sudah kembali normal.
TNI juga mencatat adanya kerusakan pada 22 rumah warga, satu bangunan sekolah, dan satu gardu PLN. Kerusakan juga terjadi pada sejumlah lahan pertanian serta hewan ternak milik warga.
“Secara umum situasi warga kondusif. Namun ancaman banjir lahar dingin masih tinggi karena hujan di sekitar Semeru terus meningkat,” kata Freddy.
Untuk mendukung warga, prajurit Divif 2 Kostrad mendirikan tenda peleton, dapur lapangan, serta memperkuat penyekatan di zona terdampak. Personel Koramil Pronojiwo juga membantu evakuasi barang milik warga serta memastikan keamanan di permukiman.
Pos Komando didirikan di depan Balai Desa Supiturang, sementara pos siaga ditempatkan di Dusun Gemuk Mas dan Dusun Sumbersari agar penanganan cepat bisa dilakukan kapan saja.(bank)
Ilustrasi Pengungsi Erupsi Semeru Berada di Tenda Darurat 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!