Lumajang — Aktivitas vulkanik Gunung Semeru hingga kini masih sangat tinggi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa dalam periode pengamatan pukul 06.00–12.00 WIB, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat mengalami 27 kali letusan dan 2 kali guguran.
Dari Kecamatan Pronojiwo, visual Gunung Semeru bahkan tidak terlihat karena tertutup kabut.
Ketua Tim Kerja Gunung Api PVMBG, Heruningtyas Desi Purnamasari, menjelaskan bahwa kegempaan Semeru masih menunjukkan aktivitas kuat, baik dari letusan maupun guguran. Karena itu, PVMBG belum bisa menurunkan status Semeru.
“Untuk saat ini, aktivitas Gunung Api Semeru masih tinggi sehingga statusnya tetap di level IV atau awas,” kata Tyas di Pos Pengamatan Gunung Api Semeru Gunung Sawur, Minggu (23/11/2025).
Ia menambahkan, pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik Semeru. Penurunan status baru bisa dilakukan jika aktivitas kegempaan menunjukkan penurunan signifikan.
“Kita menunggu penurunan aktivitas baik dari letusan maupun guguran. Jika sudah menurun, status bisa diturunkan ke level III atau siaga,” ujarnya.
Sebelumnya, erupsi Semeru pada Rabu (19/11/2025) berdampak besar bagi warga di sekitar lereng gunung. Sebanyak 1.187 orang terpaksa mengungsi. Laporan juga menyebut 22 rumah warga rusak berat, serta 1 gedung SDN 2 Supiturang hancur.
Tak hanya itu, 143 ekor ternak dilaporkan mati, dan sekitar 52 hektar lahan pertanian tertimbun material pasir vulkanik.
PVMBG mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan, mengingat aktivitas Semeru masih fluktuatif dan berpotensi membahayakan.(alr)
Ilustrasi Letusan Gunung Semeru 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!