Posko Identifikasi Korban Longsor Banjarnegara Dipadati Warga, Data Terbaru Mulai MasukIlustrasi Posko Identifikasi Korban Longsor Banjarnegara Dipadati Warga

Posko Identifikasi Korban Longsor Banjarnegara Dipadati Warga, Data Terbaru Mulai Masuk

Banjarnegara — Memasuki hari kedelapan pencarian korban longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, arus kedatangan warga ke Posko Post Mortem semakin meningkat. Bukan hanya untuk mencari kabar keluarga yang hilang, tetapi juga untuk memperbarui data identifikasi yang terus berkembang dari tim gabungan.

Sejak pagi, Minggu (23/11/2025), suasana di posko tampak penuh. Keluarga korban datang silih berganti menanyakan perkembangan terbaru kepada petugas. Mereka berharap ada kejelasan terkait anggota keluarga yang sejak peristiwa longsor pada Minggu (16/11/2025) lalu belum ditemukan.

“Hari Minggu kejadian, hari Senin ke sini belum ketemu. Hari ini datang lagi, siapa tahu sudah ada kabar,” ujar Miskem, salah satu keluarga korban, saat ditemui di posko.

Fenomena kedatangan warga yang terus berdatangan ini membuat posko identifikasi menjadi pusat informasi utama. Selain Post Mortem, Pos Antemortem juga aktif menerima data pembanding seperti ciri fisik, foto terakhir, hingga informasi medis dari keluarga untuk membantu proses pencocokan.

Hingga hari kedelapan pencarian, tercatat 28 orang dinyatakan hilang akibat longsor besar tersebut. Dari jumlah itu, 12 korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan berhasil diidentifikasi oleh tim DVI. Selain itu, dua bagian tubuh (bodypart) juga ditemukan namun masih menunggu proses identifikasi lanjutan.

Sementara itu, 16 korban lainnya masih dalam pencarian, diduga masih tertimbun material longsoran yang menutup sebagian besar wilayah pemukiman.

Tim SAR gabungan yang berada di lokasi memastikan proses pencarian tidak dihentikan. Mereka terus bekerja dengan metode manual dan alat berat, menyesuaikan kondisi cuaca dan kontur tanah yang masih labil.

Pusat identifikasi di posko kini menjadi harapan terakhir keluarga korban untuk mendapatkan kepastian. Meski penuh kecemasan, mereka tetap berharap kejelasan segera datang.(alr)