Surabaya - Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas yang signifikan hari ini. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu memuntahkan kolom letusan setinggi 2.000 meter di atas puncak, atau sekitar 5,5 kilometer di atas permukaan laut, disertai luncuran awan panas guguran ke arah Besuk Kobokan.
Laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan kolom abu berwarna kelabu pekat teramati condong ke barat–laut, menandakan tekanan aktivitas vulkanik di dalam kawah sedang meningkat. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru juga melaporkan suara gemuruh dan getaran yang terekam seismograf.
“Awan panas bergerak mengikuti aliran sungai dari puncak menuju Besuk Kobokan. Aktivitas guguran cukup intens,” demikian laporan petugas pengamat Semeru pada Rabu siang.
Pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BPBD Lumajang kemudian menyatakan bahwa status Gunung Semeru telah dinaikkan menjadi Level IV (Awas). Suplai magma ke permukaan yang terus berlangsung membuat potensi luncuran awan panas dan guguran lava tetap sangat tinggi. Masyarakat di lereng diminta menunda segala aktivitas di zona rawan dan mengutamakan jalur evakuasi.
BPBD Kabupaten Lumajang mengeluarkan imbauan resmi agar warga tidak beraktivitas dalam radius berbahaya, khususnya di sepanjang jalur aliran lahar dan awan panas.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang tetapi sangat waspada. Evakuasi akan segera dilakukan bila ada petunjuk,” ujar Kepala BPBD.
Sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, aktivitas Semeru hari ini menjadi pengingat bahwa kawasan sekitarnya memerlukan kesiapsiagaan tinggi. Pemerintah daerah memastikan jalur evakuasi telah siap, patroli rutin dilakukan, dan informasi resmi terus disampaikan ke masyarakat.(alr)
Ilustrasi Erupsi Semeru yang Semakin Meningkat 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!