BPBD Jatim Gerak Cepat Usai Semeru Naik Level Awas, Personel dan Bantuan Dikirim ke PengungsianIlustrasi BPBD Jatim kirim Personel dan Bantuan ke Pengungsian

BPBD Jatim Gerak Cepat Usai Semeru Naik Level Awas, Personel dan Bantuan Dikirim ke Pengungsian

Lumajang – Peningkatan aktivitas Gunung Semeru kembali memicu kewaspadaan tinggi setelah Awan Panas Guguran (APG) meluncur sejak pukul 14.13 WIB hingga 18.11 WIB dengan jarak mencapai 13 kilometer, Rabu (19/11/2025). Berdasarkan perkembangan ini, status Semeru resmi dinaikkan dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas).

Sebagai respons cepat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur segera mengirim personel ke area terdampak untuk membantu penanganan APG. Tim BPBD bekerja bersama BPBD Lumajang, perangkat daerah, serta unsur TNI-Polri guna memastikan keselamatan warga dan kelancaran proses evakuasi.

Selain pengerahan personel, BPBD Jatim juga membawa dukungan logistik kepada masyarakat yang telah berada di titik-titik pengungsian. Bantuan tersebut mencakup berbagai kebutuhan mendesak untuk mendukung kondisi darurat.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, setelah menerima laporan situasi dari BPBD Jatim, meminta masyarakat yang tinggal di sekitar lereng Semeru segera bergerak menuju lokasi evakuasi atau tempat pengungsian yang telah dipersiapkan oleh pemerintah desa dan aparat keamanan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung turun ke lapangan pada Rabu malam untuk memantau kondisi terkini dan memastikan penanganan berjalan efektif.

“Keselamatan warga menjadi prioritas utama kami. Dengan status Semeru kini di Level IV (Awas), kami menghimbau masyarakat agar benar-benar menjauhi zona berbahaya dan segera mengungsi bila diminta petugas,” ujar Gubernur Khofifah dalam keterangannya.

Adapun logistik yang dibawa BPBD Jatim meliputi masker respirator, google safety, masker medis, masker KN95, sarung tangan, selimut, sepatu tahan api, paket tambahan gizi, lauk pauk siap saji, chainsaw, hingga perangkat komunikasi untuk mendukung operasi di lapangan. (Alr)