Bali - Jumlah wisatawan domestik yang berkunjung ke Bali sepanjang tahun 2025 mengalami penurunan cukup signifikan. Gubernur Bali Wayan Koster menyebut, salah satu penyebab utama turunnya kunjungan tersebut adalah terbatasnya jumlah pesawat yang melayani rute ke Pulau Dewata, terutama saat periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Menurut Koster, sejumlah maskapai saat ini mengalami kekurangan armada karena banyak pesawat yang sedang menjalani perawatan besar. Kondisi ini membuat kapasitas kursi menuju Bali menjadi terbatas, sementara permintaan penumpang tetap tinggi.
Saat meninjau kesiapan Posko Nataru di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Pemerintah Provinsi Bali menemukan bahwa Garuda Indonesia yang biasanya mengoperasikan 11 pesawat ke Bali, kini hanya menjalankan 9 armada. Hal serupa juga terjadi pada Citilink, yang dari biasanya 11 pesawat kini hanya mengoperasikan 6 pesawat karena hampir separuh armadanya masuk masa perawatan.
“Akibat jumlah pesawat berkurang, kursi penerbangan ke Bali selalu penuh. Ini menjadi salah satu faktor menurunnya wisatawan nusantara ke Bali,” ujar Koster di Badung,
Koster menjelaskan, keterbatasan kursi membuat banyak wisatawan kesulitan mendapatkan tiket pesawat menuju Bali. Di sisi lain, minat wisatawan domestik juga mulai bergeser ke berbagai destinasi di Pulau Jawa.
Menurutnya, jaringan jalan tol di Jawa yang semakin terhubung dan memadai membuat perjalanan darat menjadi pilihan yang lebih praktis dan terjangkau bagi wisatawan.
"Ini hal yang wajar karena akses jalan tol di Jawa sekarang sangat memudahkan,” katanya.
Berdasarkan data hingga 26 Desember 2025, jumlah kunjungan wisatawan domestik ke Bali tercatat sekitar 9,2 juta orang. Angka tersebut diperkirakan akan mencapai 9,4 juta hingga akhir tahun, atau turun sekitar 600 ribu hingga 700 ribu dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 10,1 juta kunjungan.
Sejak Posko Nataru dibuka pada 15 Desember 2025, total pergerakan wisatawan domestik tercatat sebanyak 327.394 penumpang, dengan jumlah kedatangan mencapai 176.510 orang.
Meski kunjungan wisatawan domestik menurun, jumlah wisatawan mancanegara justru menunjukkan tren positif. Pemerintah Provinsi Bali memperkirakan akan ada tambahan sekitar 700 ribu wisatawan asing hingga akhir 2025.
Tercatat sejak 1 Januari hingga 26 Desember 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara telah mencapai 6,9 juta orang dan diproyeksikan menutup tahun dengan sekitar 7,05 juta kunjungan.
Gubernur Koster menegaskan, kondisi ini tetap memberikan dampak positif bagi perekonomian Bali. Ia membantah anggapan bahwa Bali sedang sepi wisatawan.
“Kalau dibilang Bali sepi, data menunjukkan tidak. Justru ramai,” tegasnya. Tingginya kunjungan wisatawan mancanegara dinilai berdampak pada belanja wisata, tingkat.(dek)
Wisatawan Domestik ke Bali Turun hingga 700 Ribu Orang Sepanjang 2025 












Komentar
Tuliskan Komentar Anda!