A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/var/cpanel/php/sessions/ea-php74/ci_session2f25a82fac67c4a5a9b0d184f1fe3f42a148944e): failed to open stream: Disk quota exceeded

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 174

Backtrace:

File: /home/kilangbe/public_html/application/controllers/News.php
Line: 9
Function: __construct

File: /home/kilangbe/public_html/index.php
Line: 294
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /var/cpanel/php/sessions/ea-php74)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 143

Backtrace:

File: /home/kilangbe/public_html/application/controllers/News.php
Line: 9
Function: __construct

File: /home/kilangbe/public_html/index.php
Line: 294
Function: require_once

Warga Sebut Sudah Ada Tanda Alam Sebelum Longsor Besar Hantam Desa Cibeunying, Cilacap
Warga Sebut Sudah Ada Tanda Alam Sebelum Longsor Besar Hantam Desa Cibeunying, CilacapIlustrasi Tanda Alam Sebelum Longsor Besar Hantam Desa Cibeunying, Cilacap

Warga Sebut Sudah Ada Tanda Alam Sebelum Longsor Besar Hantam Desa Cibeunying, Cilacap

Cilacap – Longsor besar yang menerjang Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, pada Kamis (13/11/2025) malam ternyata diawali sejumlah tanda alam. Kawasan tersebut sebelumnya diguyur hujan tanpa henti selama beberapa hari.

Kepala Desa Cibeunying, Lili Warli, mengatakan bahwa beberapa warga sudah melihat gejala awal terjadinya longsor. Salah satunya adalah jalan yang mulai amblas di perbatasan Dusun Cibuyut dan Nagari.

“Memang sudah terlihat tanda-tanda. Jalan di perbatasan Cibuyut dan Nagari itu tiap hari makin turun. Kami cek langsung, kondisinya makin parah,” kata Lili saat ditemui di lokasi bencana, Jumat (14/11/2025).

Lili menjelaskan bahwa pihak desa sebenarnya sudah memberikan peringatan kepada warga di Dusun Cibuyut. Namun longsor ternyata justru lebih dulu menghantam Dusun Tarukahan, yang lokasinya berada di bawah dan tak sempat diantisipasi.

“Untuk warga di atas (Cibuyut) kami sudah ingatkan. Tapi longsor besar justru terjadi di Tarukahan. Itu di luar prediksi kami, sehingga belum sempat diperingatkan,” ujarnya.

Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rachman, yang meninjau lokasi bencana, mengatakan bahwa longsor dipicu oleh retakan tanah di area perbukitan Cibeunying. Retakan itu melebar setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari.

Menurut Syamsul, retakan itu akhirnya runtuh sekitar pukul 19.20 WIB.

Pemerintah daerah sebenarnya telah melakukan upaya mitigasi sejak Rabu. Namun kajian geologi belum sempat dilakukan karena tim masih menangani potensi bencana di desa lain.

“Retakan tanah memang butuh analisis ahli geologi. Tapi kemarin belum bisa dilakukan karena fokus tim masih di Desa Bener. Ternyata longsor justru terjadi di Cibeunying,” kata Syamsul.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Budi Setyawan, menjelaskan bahwa longsor dipicu kombinasi hujan intensitas tinggi dan kondisi tanah yang labil.

“Material tanah dari tebing runtuh dan langsung menimbun rumah warga sekitar pukul 20.00 WIB,” katanya. (ref)