Pasca Tragedi, Ponpes Al Khoziny Mulai Pulih Fokus Bangkitkan Semangat SantriPonpes Al Khoziny Mulai Pulih Fokus Bangkitkan Semangat Santri

Pasca Tragedi, Ponpes Al Khoziny Mulai Pulih Fokus Bangkitkan Semangat Santri

SidoarjoDua pekan setelah tragedi ambruknya mushala yang menewaskan 63 santri, Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo mulai menata diri. Aktivitas belajar mengajar perlahan kembali berjalan, menandai semangat kebangkitan di tengah duka mendalam.

KH Zainal Abidin, Ketua Alumni Ponpes Al Khoziny, mengatakan seluruh pihak di lingkungan pesantren kini berfokus pada pemulihan kegiatan santri.

“Para santri dijadwalkan kembali ke pondok mulai malam ini. Kegiatan belajar akan kami pusatkan di gedung kuliah Fakultas Syariah, agar semua tetap berjalan tanpa mengganggu proses penyelidikan,” ujarnya, Jumat (17/10/2025).

Bangunan utama ponpes masih ditutup dan dijaga ketat, lantaran berada di sekitar lokasi mushala yang ambruk. Area tersebut telah diberi garis polisi dan belum boleh dimasuki hingga proses penyelidikan rampung.

Meski begitu, semangat para santri dan pengajar tidak surut. Beberapa santri yang ditemui di area ponpes bahkan mengaku ingin segera kembali menimba ilmu. “Kami ingin meneruskan belajar untuk almarhum teman-teman kami,” kata salah satu santri yang enggan disebut namanya.

Zainal menegaskan, pihak ponpes menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian dan para ahli konstruksi. Mereka siap menjalankan setiap rekomendasi teknis yang diberikan nantinya.

“Jika ada bangunan lain yang harus diperbaiki atau dibongkar, kami siap. Keselamatan santri adalah prioritas utama,” tegasnya.

Tragedi yang terjadi pada Senin (29/9/2025) itu meninggalkan duka mendalam bagi dunia pendidikan pesantren. Namun, pengurus Al Khoziny berkomitmen menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga untuk memperkuat standar keselamatan di lingkungan ponpes.

“Kami ingin ponpes ini tidak hanya dikenal karena musibahnya, tapi juga karena keteguhan dan semangat bangkitnya,” ujar Zainal.

Upaya pemulihan fisik dan mental di Ponpes Al Khoziny menunjukkan bahwa pendidikan dan semangat keilmuan tetap berjalan, meski duka belum sepenuhnya sirna.(bank)