A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/var/cpanel/php/sessions/ea-php74/ci_sessionbf8d95990a587f0ec22fad7ddb46c357c9286846): failed to open stream: Disk quota exceeded

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 174

Backtrace:

File: /home/kilangbe/public_html/application/controllers/News.php
Line: 9
Function: __construct

File: /home/kilangbe/public_html/index.php
Line: 294
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /var/cpanel/php/sessions/ea-php74)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 143

Backtrace:

File: /home/kilangbe/public_html/application/controllers/News.php
Line: 9
Function: __construct

File: /home/kilangbe/public_html/index.php
Line: 294
Function: require_once

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Warga Diminta Waspada Lahar Dingin Saat Musim Hujan
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Warga Diminta Waspada Lahar Dingin Saat Musim HujanIlustrasi Gunung Semeru Kembali Erupsi

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Warga Diminta Waspada Lahar Dingin Saat Musim Hujan

Lumajang - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang kembali aktif. Kamis pagi (6/11), gunung tertinggi di Pulau Jawa itu memuntahkan abu vulkanik dengan ketinggian mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncaknya.

Laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan, kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, mengarah ke utara dan timur laut. Aktivitas erupsi itu terekam pada pukul 06.07 WIB, dengan amplitudo maksimal 22 milimeter dan durasi sekitar dua menit 37 detik.

Rekaman CCTV di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, juga memperlihatkan kepulan asap tebal dari puncak Semeru saat erupsi terjadi. Dalam 24 jam terakhir, PVMBG mencatat 22 kali letusan dengan ketinggian kolom abu antara 300 hingga 800 meter, serta 11 kali guguran lava pijar yang meluncur sejauh 300 hingga 2.000 meter ke arah tenggara, tepatnya di aliran Besuk Kobokan.

Meski aktivitas erupsi meningkat, PVMBG memastikan fenomena ini belum mengancam permukiman warga, karena masih berada dalam radius aman. Namun, BPBD Lumajang tetap mengingatkan warga agar waspada terhadap potensi banjir lahar dingin, terutama karena saat ini sudah memasuki musim hujan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono, mengatakan perubahan cuaca menjadi faktor penting dalam kewaspadaan bencana di sekitar Gunung Semeru.

“Sekarang sudah mulai musim hujan, dan ini bisa memicu banjir lahar dingin di aliran sungai yang berhulu di Semeru,” ujarnya.

Yudhi juga mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di sektor tenggara dalam radius 8 kilometer dari puncak, serta menjauhi area sejauh 500 meter dari tepi sungai Besuk Kobokan yang berpotensi dilalui material guguran atau lahar.

BPBD bersama PVMBG dan instansi terkait kini terus memantau aktivitas gunung dan memastikan situasi di sekitar Semeru tetap aman bagi warga. (bank)