Situbondo – Suasana haru menyelimuti Pondok Pesantren Salafiah Syafi'iyah Syekh Abdul Qodir Jailani di Jalan Pesanggrahan, Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, setelah bangunan asrama putri di lingkungan pesantren tersebut ambruk pada Rabu (29/10/2025).
Peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba saat sejumlah santriwati tengah beraktivitas di dalam asrama. Dalam kejadian tersebut, satu santriwati dilaporkan meninggal dunia dan sebelas lainnya mengalami luka-luka.
Tim gabungan dari BPBD Situbondo, relawan, aparat TNI-Polri, serta warga sekitar langsung bergerak cepat melakukan evakuasi korban dan pencarian di antara reruntuhan bangunan. Para korban luka segera dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Kepala BPBD Situbondo menyebutkan, dugaan sementara penyebab ambruknya bangunan adalah konstruksi yang sudah rapuh, diperparah dengan intensitas hujan tinggi beberapa hari terakhir yang melemahkan struktur bangunan. Pihak pesantren dan pemerintah daerah kini tengah melakukan pendataan serta koordinasi untuk membantu pemulihan dan memastikan keamanan bangunan lain di kompleks ponpes tersebut.
Warga sekitar mengaku kaget dengan kejadian itu, namun dengan sigap turut membantu proses evakuasi. “Kami langsung ke lokasi begitu dengar suara ambruk. Banyak yang tertimbun, tapi alhamdulillah bisa cepat ditolong,” ujar salah satu warga setempat.
Pemerintah Kabupaten Situbondo bersama Kementerian Agama juga berjanji akan memberikan bantuan dan pendampingan bagi korban serta pihak pesantren.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan rutin bangunan pendidikan dan asrama untuk menjamin keselamatan para santri yang tinggal di lingkungan pesantren. (bank)
Ilustrasi Asrama Putri Ponpes di Situbondo 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!