Jakarta– Memasuki hari ke-12 pascabanjir bandang, sebanyak 108.594 warga di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah masih terisolasi karena akses jalan menuju desa-desa mereka terputus.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Aceh Tengah, Mustafa Kamal, menyampaikan bahwa ada 61.983 warga di 97 kampung yang belum bisa dijangkau lewat jalur darat.
“Daerah-daerah yang terisolir ini kekurangan logistik. Bantuan belum bisa disalurkan ke semua lokasi,” kata Mustafa, Minggu (7/12/2025). Ia menegaskan bahwa Aceh Tengah masih sangat membutuhkan bantuan darurat.
Situasi semakin sulit karena BBM habis, bahan pangan menipis, serta obat-obatan dan kebutuhan balita semakin kritis.
Untuk wilayah yang tidak bisa dijangkau lewat darat, distribusi bantuan dilakukan menggunakan helikopter. Sementara itu, alat berat terus dikerahkan untuk membuka akses ke 97 kampung yang tersebar di tujuh kecamatan.
Untuk di Kabupaten Bener Meriah, sebanyak 46.611 warga di 72 desa juga masih terisolir. Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Bener Meriah, Ilham Abdi, mengatakan distribusi logistik masih terhambat oleh jalan putus serta keterbatasan BBM.
“Distribusi logistik masih sangat terhambat. Jalan banyak yang putus dan BBM semakin sedikit,” ujar Ilham.
Ia khawatir jika hingga Senin pasokan BBM tidak masuk, maka aktivitas evakuasi serta pengiriman logistik terpaksa dihentikan.
“Saat ini, sekitar 46 ribu warga masih terisolir. Logistik hanya bisa dibawa dengan berjalan kaki karena alat berat belum bisa bekerja maksimal,” tambahnya.
Koordinasi dengan berbagai pihak sudah dilakukan, namun hingga kini pasokan BBM belum juga tiba.(ref)
108.594 Warga Aceh Tengah–Bener Meriah Masih Terisolasi 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!